A. Pengertian View Tujuan dari pembuatan view adalah untuk kenyamanan
(mempermudah penulisan query), untuk keamanan (menyembunyikan
beberapa kolom yang bersifat rahasia), atau dalam beberapa kasus bisa
digunakan untuk mempercepat proses menampilkan data (terutama jika kita
akan menjalankan query tersebut secara berulang).
Misal ingin dibuat dua buah tampilan. Tampilan pertama yaitu menampilkan
daftar buku yang dikarang oleh pengarang yang bergelar Prof., sedangkan
tampilan satunya menampilkan daftar buku yang sama sekali tidak dikarang
oleh seorang profesor. Untuk tampilan pertama querynya cukup mudah:View dapat didefinisikan sebagai tabel maya (virtual) atau logicalyang terdiri dari himpunan hasil query. Tidak seperti umumnya tabel di dalam
basis data relasional, view bukanlah bagian dari skema fisik. View bersifat
dinamis, ia mengandung data dari tabel yang direpresentasikannya. Dengan
demikian, ketika tabel yang menjadi sumber datanya berubah, data di viewjuga akan berubah.
Tujuan dari pembuatan view adalah untuk kenyamanan
(mempermudah penulisan query), untuk keamanan (menyembunyikan
beberapa kolom yang bersifat rahasia), atau dalam beberapa kasus bisa
digunakan untuk mempercepat proses menampilkan data (terutama jika kita
akan menjalankan query tersebut secara berulang).
B. Ordering,Grouping,dan having1. Fungsi ordering digunakan untuk mengurtkan tampilan data berdasarkan
atribut tertentu.
2. Grouping artinya pengelompokkan, digunakan untuk mengelompokkan
data berdasarkan atribut tertentu.
3. Having digunakan untuk menggantikan WHERE dan biasanya digunakan
ketika harus dipasangkan dengan fungsi agregate.
C. Function dan Procedure
Function Fungsi (function) pada MySQL sama dengan bahasa pemrograman
yang lain. Fungsi mengembalikan suatu nilai, yang berbeda dengan
prosedur. Pada tiap blok fungsi hampir sama dengan blok prosedur, hanya
fungsi harus dideklarasikan dengan tipenya atau jenis hasilnya. Tipe
deklarasi ini menunjukkan tipe hasil dari fungsi. Pada bahasa Pascal
dikenal beberapa fungsi, misalkan : abs, pred, sqrt, sqr, succ dan
sebagainya.
Fungsi-fungsi tersebut biasanya dikenal dengan Built in Function.
Sedangkan function yang akan bicarakan disini adalah fungsi yang kita
buat sendiri. Berbeda dengan procedure, function merupakan modul
program yang menghasilkan suatu kuantitas. Hal ini dapat dilihat dari
bentuk header yang menyebutkan jenis data dari kuantitas yang
dihasilkan.Procedure Prosedur diawali dengan kata cadangan Procedure di dalam
bagian deklarasi prosedur. Prosedur dipanggil dan digunakan di dalam
blok program yang lainnya dengan menyebutkan judul prosedurnya.
Prosedur (procedure) juga mirip dengan fungsi, dimana prosedur banyak
digunakan pada program yang terstruktur, karena :
a. Merupakan penerapan konsep program modular, yaitu memecahmecah program yang rumit menjadi program-program bagian yang
lebih sederhana dalam bentuk prosedur-prosedur.
b. Untuk hal-hal yang sering dilakukan berulang-ulang, cukup dituliskan
sekali saja dalam prosedur dan dapat dipanggil atau dipergunakan
sewaktu-waktu bila diperlukan yang membedakan adalah suatu
prosedur tidak mengembalikan nilai.
1. Membangun ViewBerikut tampilan dalam membuat view mengggunakan perintah create.
Kemudian ditampilkan dengan perintah select pada tabel data_pegawai.
2. Menghapus ViewHal pertama yang dilakukan yaitu melihat dari isi database keseluruhan dan
memilih nama tabel mana yang akan dihapus.
Query yang digunakan untuk menampilkan tampilan kedua adalah query
yang cukup panjang. Jika diinginkan tampilan yang lain yang levelnya bahkan
lebih tinggi daripada tampilan kedua tersebut, tentunya akan menjadi sangat rumit
sekali. Disinilah view dapat digunakan untuk membantu seorang programmer.
D. Penerapan Ordering, Grouping dan Having Pada Kasus
1. Ordering Ordering digunakan untuk mengurutkan suatu tampilan data
berdasarkan atribut tertentu.
2. Grouping
Grouping digunakan untuk mengelompokkan data berdasarkan atribut tertentu.
3. Having digunakan untuk menggantikan WHERE dan biasanya digunakan
ketika harus dipasangkan dengan fungsi agregate. Berikut tampilannya yang
memanggil kd_pegawai ‘P001’.
4. ProcedureProcedure digunakan untuk tidak mengembalikan suatu nilai.
Megha Aw
Kamis, 18 Oktober 2018
Trigger, Rangking Dan Integrasi Database
A.Contoh Pada Penerapan Kasus
1. Trigger Trigger adalah code procedural yang secara otomatis tereksekusi sebagai respon
terhadap event tertentu pada table atau view tertentu pada database. Trigger biasanya
digunakan untuk menjaga integrity dari informasi pada database.
2. Ranking adalah merupakan advanced aggregation function yang digunakan untuk
memberikan indeks bagi nilai-nilai yang telah diurutkan
Database Terintegrasi Database terintegrasi adalah konsep dimana merupakan penggabungan
database atau penyatuan database yang dapat saling berhubungan satu sama lain.
Pada saat melakukan integrasi database, data dalam sebuah sistem tidak boleh
hilang. Integrasi database membutuhkan skema yang mengambil semua aplikasi
klien ke dalam laporan. Skema yang dihasilkan akan lebih umum, lebih kompleks
atau keduanya. Database biasanya dikendalikan oleh kelompok yang terpisah
untuk aplikasi dan perubahan database yang lebih kompleks karena harus
dinegosiasikan antara kelompok database dan berbagai aplikasi.
Keuntungan dari integrasi database adalah dengan berbagi data antara
aplikasi tidak lagi memerlukan lapisan tambahan layanan integrasi pada aplikasi.
Setiap perubahan data yang dibuat dalam satu aplikasi yang dibuat tersedia untuk
semua aplikasi. Pada saat database melakukan integrasi, database-database yang
disekitarnya dapat saling berhubungan dengan mudah sesuai dengan keperluannya
masing-masing.
Contoh dari database terintegrasi adalah terdapat sebuah sistem informasi
mahasiswa akademik pada sebuah Universitas yang dimana sistem informasi
tersebut hanya merupakan sistem yang berkaitan dengan penilaian saja dan pada
sistem informasi tersebut terdapat data-data mahasiswa yang kompleks. Pada
suatu saat terdapat bagian kemahasiswaan yang mengurus beasiswa membuat
sistem informasi beasiswa secara terpisah, dan bagian kemahasiswaan tersebut
memerlukan data-data dari mahasiswa. Sehingga dapat dilakukan integrasi
database untuk mendapatkan data-data mahasiswa tersebut dan tidak perlu
menuliskan atau membuatkan data-data mahasiswa lagi.
1. Trigger Trigger adalah code procedural yang secara otomatis tereksekusi sebagai respon
terhadap event tertentu pada table atau view tertentu pada database. Trigger biasanya
digunakan untuk menjaga integrity dari informasi pada database.
2. Ranking adalah merupakan advanced aggregation function yang digunakan untuk
memberikan indeks bagi nilai-nilai yang telah diurutkan
Database Terintegrasi Database terintegrasi adalah konsep dimana merupakan penggabungan
database atau penyatuan database yang dapat saling berhubungan satu sama lain.
Pada saat melakukan integrasi database, data dalam sebuah sistem tidak boleh
hilang. Integrasi database membutuhkan skema yang mengambil semua aplikasi
klien ke dalam laporan. Skema yang dihasilkan akan lebih umum, lebih kompleks
atau keduanya. Database biasanya dikendalikan oleh kelompok yang terpisah
untuk aplikasi dan perubahan database yang lebih kompleks karena harus
dinegosiasikan antara kelompok database dan berbagai aplikasi.
Keuntungan dari integrasi database adalah dengan berbagi data antara
aplikasi tidak lagi memerlukan lapisan tambahan layanan integrasi pada aplikasi.
Setiap perubahan data yang dibuat dalam satu aplikasi yang dibuat tersedia untuk
semua aplikasi. Pada saat database melakukan integrasi, database-database yang
disekitarnya dapat saling berhubungan dengan mudah sesuai dengan keperluannya
masing-masing.
Contoh dari database terintegrasi adalah terdapat sebuah sistem informasi
mahasiswa akademik pada sebuah Universitas yang dimana sistem informasi
tersebut hanya merupakan sistem yang berkaitan dengan penilaian saja dan pada
sistem informasi tersebut terdapat data-data mahasiswa yang kompleks. Pada
suatu saat terdapat bagian kemahasiswaan yang mengurus beasiswa membuat
sistem informasi beasiswa secara terpisah, dan bagian kemahasiswaan tersebut
memerlukan data-data dari mahasiswa. Sehingga dapat dilakukan integrasi
database untuk mendapatkan data-data mahasiswa tersebut dan tidak perlu
menuliskan atau membuatkan data-data mahasiswa lagi.
Join
A. Pengertian Join Join merupakan salah satu kontruksi dasar dari SQL dan basis data.
Join dapat didefinisikan sebagai kombinasi record dari dua atau lebih table di
dalam basis data relasional dan menghasilkan sebuah tabel (temporary) baru
yang disebut sebagai joined tabel. Join dapat diklasifikasikan ke dalam dua
jenis, yaitu inner join dan outer join.
B. Jenis-jenis Join1. Natural Join
Natural join adalah join dimana dilakukan dengan menggunknwildcard (select *) untu suatu tabel dan sub-kumpulan eksplisit dari fielduntuk semua tabel lainnya.
2. Outer join dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu
a. left outer join
Left outer join atau left join mengembalikan semua nilai dari table kiri ditambah dengan nilai dari tabel kanan yang sesuai atau
NULL jika tidak ada nilai yang sesuai.
b. Right outer join
Right outer join atau right join pada dasarnya sama seperti left
join, namun dalam bentuk terbalik, kanan dan kiri.
2. Inner join Pada dasarnya adalah menemukan persimpangan (intersection)
antara dua buah tabel.
C. Penerapan Join Pada Kasus
1. Natural Join Natural join adalah membandingkan semua kolom dikedua tabel
yang memiliki kolom yang sama mempunyai nama yang sama dalam tabel
yang digabung. Berikut tampilan yang akan dijalank. Jika diperhatikan,
penulisan query menggunakan SELECT untuk menampilkan data yang
berrelasi menggunakan klausa WHERE memerlukan banyak energi. Queryyang dituliskan panjang sehingga kemungkinan kesalahan dalam penulisanquery pun semakin besar. Sebagai contoh perhatikan query berikut yang
menggunakan klausa WHERE:
2. OuterJoin (Left Join dan Right Join) Left Join akan menampilkan semua record dari tabel sebelah kiri,
dan record dari tabel sebelah kanan yang cocok. Hasilnya akan NULL
untuk bagian kanan jika tidak ada kecocokan.
Tampilan ini merupakan penerapan pada left join.
3. Inner Join Versi aman dari left join maupun right join adalah inner join. Inner
join tidak mementingkan posisi tabel pada query dan fungsinya sama
dengan klausa where.
Join dapat didefinisikan sebagai kombinasi record dari dua atau lebih table di
dalam basis data relasional dan menghasilkan sebuah tabel (temporary) baru
yang disebut sebagai joined tabel. Join dapat diklasifikasikan ke dalam dua
jenis, yaitu inner join dan outer join.
B. Jenis-jenis Join1. Natural Join
Natural join adalah join dimana dilakukan dengan menggunknwildcard (select *) untu suatu tabel dan sub-kumpulan eksplisit dari fielduntuk semua tabel lainnya.
2. Outer join dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu
a. left outer join
Left outer join atau left join mengembalikan semua nilai dari table kiri ditambah dengan nilai dari tabel kanan yang sesuai atau
NULL jika tidak ada nilai yang sesuai.
b. Right outer join
Right outer join atau right join pada dasarnya sama seperti left
join, namun dalam bentuk terbalik, kanan dan kiri.
2. Inner join Pada dasarnya adalah menemukan persimpangan (intersection)
antara dua buah tabel.
C. Penerapan Join Pada Kasus
1. Natural Join Natural join adalah membandingkan semua kolom dikedua tabel
yang memiliki kolom yang sama mempunyai nama yang sama dalam tabel
yang digabung. Berikut tampilan yang akan dijalank. Jika diperhatikan,
penulisan query menggunakan SELECT untuk menampilkan data yang
berrelasi menggunakan klausa WHERE memerlukan banyak energi. Queryyang dituliskan panjang sehingga kemungkinan kesalahan dalam penulisanquery pun semakin besar. Sebagai contoh perhatikan query berikut yang
menggunakan klausa WHERE:
2. OuterJoin (Left Join dan Right Join) Left Join akan menampilkan semua record dari tabel sebelah kiri,
dan record dari tabel sebelah kanan yang cocok. Hasilnya akan NULL
untuk bagian kanan jika tidak ada kecocokan.
Tampilan ini merupakan penerapan pada left join.
3. Inner Join Versi aman dari left join maupun right join adalah inner join. Inner
join tidak mementingkan posisi tabel pada query dan fungsinya sama
dengan klausa where.
Set Operatios, Multiple Relations Dan Subquery Bersarang
Set operations digunakan untuk mengkombinasikan hasil dari dua atau
lebih dari pernyataan select atau dengan kata lain menggabungkan dua atau
beberapa operasi. Berikut adalah jenis-jenis Set Operations, diantaranya:
1 Operasi Union Union mengkombinasikan hasil dari 2 pernyataan selectmenjadi satu kesatuan hasil kemudian mengeliminasi semua baris
yang sama dari hasil (hanya menampilkan satu baris dari beberapa
baris yang sama tersebut).
2. Operasi Intersect Operator intersect mengembalikan hasil yang sama yang
ditemukan pada hasil dari pernyataan select yang pertama danselect yang kedua.
antara dua buah tabel.
lebih dari pernyataan select atau dengan kata lain menggabungkan dua atau
beberapa operasi. Berikut adalah jenis-jenis Set Operations, diantaranya:
1 Operasi Union Union mengkombinasikan hasil dari 2 pernyataan selectmenjadi satu kesatuan hasil kemudian mengeliminasi semua baris
yang sama dari hasil (hanya menampilkan satu baris dari beberapa
baris yang sama tersebut).
2. Operasi Intersect Operator intersect mengembalikan hasil yang sama yang
ditemukan pada hasil dari pernyataan select yang pertama danselect yang kedua.
3. Operasi Except Operasi except berfungsi mengembalikan hasil yang
berbeda dari pernyataan select pertama terhadap pernyataan select
kedua. Dengan menggunakan perintah except maka terjadi
pengurangan data antara tabel 1 dan tabel 2.
berbeda dari pernyataan select pertama terhadap pernyataan select
kedua. Dengan menggunakan perintah except maka terjadi
pengurangan data antara tabel 1 dan tabel 2.
Multiple Relations
1. DDL untuk Multiple Relations Pada perintah DDL ini untuk membangun tabel pada kasusmultiple relations.
2. DML untuk Multiple Relations Untuk menginputkan data pada tabel yang memiliki atribut Foreign
Key; harus dipastikan terlebih dahulu apakah pada tabel masternya sudah
terisi ada pada tabel master atau belum. Dipastikan juga apakah nilai FK
yang akan dimasukkan sudah ada pada dan muncul peringtan kesalahan
diberikan karena batasan Forreign key.
Key; harus dipastikan terlebih dahulu apakah pada tabel masternya sudah
terisi ada pada tabel master atau belum. Dipastikan juga apakah nilai FK
yang akan dimasukkan sudah ada pada dan muncul peringtan kesalahan
diberikan karena batasan Forreign key.
3. Inner join
Pada dasarnya adalah menemukan persimpangan (intersection)antara dua buah tabel.
Subquery Bersarang
Pada Perintah suquery bersarang ini menggunakan perintah DML
yaitu select,insert,update delete. Perintah select untuk menampilkan hasil yang
pernah dibuat sedangkan perintah insert untuk memasukkan data. Perintah
update untuk mengubah data dari tabel atau atribut dan perintah delete untuk
menghapus data berupa tabel dan database.
Pada Perintah suquery bersarang ini menggunakan perintah DML
yaitu select,insert,update delete. Perintah select untuk menampilkan hasil yang
pernah dibuat sedangkan perintah insert untuk memasukkan data. Perintah
update untuk mengubah data dari tabel atau atribut dan perintah delete untuk
menghapus data berupa tabel dan database.
SET OPERATION, MULTIPLE RELATIONS & SUBQUERY
BERSARANG
BERSARANG
1. Select Select merupakan bagian dari subquery bersarang yang mana dapat
membenarkan masalah dalam table misalnya hanya memunculkan table
tertentu bisa ditambah Where dan lain-lain. Dibawah ini merupakan
contoh menggunakan distinct digunakan untuk jika dalam suatu tampilan
data terdapat baris yang duplikat (lebih dari satu baris dengan isi yang
sama), maka hanya ditampilkan satu baris data saja.
membenarkan masalah dalam table misalnya hanya memunculkan table
tertentu bisa ditambah Where dan lain-lain. Dibawah ini merupakan
contoh menggunakan distinct digunakan untuk jika dalam suatu tampilan
data terdapat baris yang duplikat (lebih dari satu baris dengan isi yang
sama), maka hanya ditampilkan satu baris data saja.
Distinct digunakan untuk jika dalam suatu tampilan data terdapat
baris yang duplikat(lebih dari satu baris dengan isi yang sama), maka
hanya ditampilkan satu baris data saja.
baris yang duplikat(lebih dari satu baris dengan isi yang sama), maka
hanya ditampilkan satu baris data saja.
2. InsertPerintah insert digunakan untuk memasukkan data pada tabel
petugas
petugas
3. UpdatePerintah update digunakan untuk merubah atribut pada tabel.
4. DeletePada tampilan delete ingin menghapus tampilan dari table petugas
yang mempunyai nama ‘NULL’
yang mempunyai nama ‘NULL’
Set Operations Dan Multiple Operations
1 Membuat Tabel Obat
Perhatikan pada CREATE TABLE yang dilakukan untuk obat diberikan
AUTO_INCREMENT. Dengan demikian pada saat penginputan data baru, idobattidak perlu diisikan karena akan terisi sendiri dengan otomatis dengan nilai yang
selalu meningkat (increment). Sekarang Anda bisa mengisi tabel obat dengan data
sebagai berikut:
Operasi Union Operasi Union digunakan ketika mendapati kasus diperlukannya penggabungan
data dari dua tabel yang memiliki kesesuaian. Format dari operasi ini adalah:
(SELECT …) UNION (SELECT …)
Sebagai contoh diperlukan data yang menggambarkan data seluruh buku, baik
yang masih bagus ataupun yang sudah rusak. Dengan demikian diperlukan operasi
union antara tabel obat dengan tabel lemari_obat:
Operasi Intersect Operasi Intersect digunakan ketika mendapati kasus diperlukannya irisan data dari
dua tabel yang bersesuaian. Pada MySQL tidak terdapat perintah INTERSECT,
sehingga dapat digunakan format berikut untuk menggantikannya:
SELECT a FROM b WHERE a IN (SELECT a FROM c);
Sebagai contoh diperlukan data buku yang terdapat pada tabel lemari_obat dan
juga terdapat pada tabel obat:
Operasi Except Operasi Except adalah kebalikan dari Intersect, dimana diperlukan tampilan data
dari suatu tabel x yang tidak ada di tabel y. Formatnya pada MySQL adalah
sebagai berikut:
SELECT a FROM b WHERE a NOT IN (SELECT a FROM c)
Sebagai contoh diperlukan data buku yang rusak semua, sehingga tidak ada di
tabel obat:
Multiple Relations
Pada pertemuan sebelumnya, mahasiswa belajar untuk memaksimalkan penggunaan
query dengan set operations. Pada pertemuan ini mahasiswa diajarkan untuk
memaksimalkan query untuk kasus multiple relations. Pada bab multiple relations,
terdiri atas DDL untuk multiple relations, DML untuk multiple relations dan
SELECT dengan klausa WHERE.
Kemudian kita akan rancang database relasional sederhana untuk kasusobat_kesehatanhewan, seperti yang digambarkan pada ERD berikut:
Entity Relationship Diagram
DDL untuk Multiple Relations
Perhatikan pada Kesalahan! Sumber referensi tidak ditemukan., entitaspetugas dan entitas transaksi_keluar memiliki atribut foreign key (FK) di
dalamnya.
Perhatikan pada CREATE TABLE yang dilakukan untuk obat diberikan
AUTO_INCREMENT. Dengan demikian pada saat penginputan data baru, idobattidak perlu diisikan karena akan terisi sendiri dengan otomatis dengan nilai yang
selalu meningkat (increment). Sekarang Anda bisa mengisi tabel obat dengan data
sebagai berikut:
Operasi Union Operasi Union digunakan ketika mendapati kasus diperlukannya penggabungan
data dari dua tabel yang memiliki kesesuaian. Format dari operasi ini adalah:
(SELECT …) UNION (SELECT …)
Sebagai contoh diperlukan data yang menggambarkan data seluruh buku, baik
yang masih bagus ataupun yang sudah rusak. Dengan demikian diperlukan operasi
union antara tabel obat dengan tabel lemari_obat:
Operasi Intersect Operasi Intersect digunakan ketika mendapati kasus diperlukannya irisan data dari
dua tabel yang bersesuaian. Pada MySQL tidak terdapat perintah INTERSECT,
sehingga dapat digunakan format berikut untuk menggantikannya:
SELECT a FROM b WHERE a IN (SELECT a FROM c);
Sebagai contoh diperlukan data buku yang terdapat pada tabel lemari_obat dan
juga terdapat pada tabel obat:
Operasi Except Operasi Except adalah kebalikan dari Intersect, dimana diperlukan tampilan data
dari suatu tabel x yang tidak ada di tabel y. Formatnya pada MySQL adalah
sebagai berikut:
SELECT a FROM b WHERE a NOT IN (SELECT a FROM c)
Sebagai contoh diperlukan data buku yang rusak semua, sehingga tidak ada di
tabel obat:
Multiple Relations
Pada pertemuan sebelumnya, mahasiswa belajar untuk memaksimalkan penggunaan
query dengan set operations. Pada pertemuan ini mahasiswa diajarkan untuk
memaksimalkan query untuk kasus multiple relations. Pada bab multiple relations,
terdiri atas DDL untuk multiple relations, DML untuk multiple relations dan
SELECT dengan klausa WHERE.
Kemudian kita akan rancang database relasional sederhana untuk kasusobat_kesehatanhewan, seperti yang digambarkan pada ERD berikut:
Entity Relationship Diagram
DDL untuk Multiple Relations
Perhatikan pada Kesalahan! Sumber referensi tidak ditemukan., entitaspetugas dan entitas transaksi_keluar memiliki atribut foreign key (FK) di
dalamnya.
Fungsi Agregat
Teori Pada pertemuan sebelumnya, mahasiswa belajar tentang menggunakan
SQL untuk memodifikasi database. Pada pertemuan ini mahasiswa diajarkan
tentang penggunaan SQL untuk fungsi agregat. Fungsi agregat adalah fungsi yang
menerima koleksi nilai dan mengembalikan nilai tunggal sebagai hasilnya. Seperti
jumlah data, nilai minimum, nilai maksimum dan rata-rata1.2 Pengenalan Tools
untuk Pengolahan Database.
Pada pertemuan sebelumnya, semua data pada tabel tabel_persediaantelah
dihapus. Maka pada pertemuan ini dilakuan pengisian data terlebih dahulu Fitur-fitur
MySQL antara lain:
Average Fungsi average adalah mencari rata-rata suatu nilai dari suatu atribut pada suatu tabel.
Misal ingin dicari rata-rata stok buku dimana penerbitnya adalah Andi:
Minimum Fungsi minimum digunakan untuk mencari nilai paling kecil dari suatu atribut
pada suatu tabel. Misal ingin dicari stok paling minimum dari tabeltabel_persediaan:
Maximum Fungsi maximum digunakan untuk mencari nilai paling besar/tinggi dari suatu
atribut pada suatu tabel:
Total Fungsi total digunakan untuk mendapatkan jumlah total dari suatu atribut pada
suatu tabel. Fungsi ini menggunakan SUM pada query nya. Misal ingin dihitung
banyaknya stok untuk buku terbitan Andi:
Count Fungsi count digunakan untuk mendapatkan banyaknya data dari suatu tabel.
Misal ingin didapatkan berapa jenis buku yang terbit pada tahun 2015:
SQL untuk memodifikasi database. Pada pertemuan ini mahasiswa diajarkan
tentang penggunaan SQL untuk fungsi agregat. Fungsi agregat adalah fungsi yang
menerima koleksi nilai dan mengembalikan nilai tunggal sebagai hasilnya. Seperti
jumlah data, nilai minimum, nilai maksimum dan rata-rata1.2 Pengenalan Tools
untuk Pengolahan Database.
Pada pertemuan sebelumnya, semua data pada tabel tabel_persediaantelah
dihapus. Maka pada pertemuan ini dilakuan pengisian data terlebih dahulu Fitur-fitur
MySQL antara lain:
Average Fungsi average adalah mencari rata-rata suatu nilai dari suatu atribut pada suatu tabel.
Misal ingin dicari rata-rata stok buku dimana penerbitnya adalah Andi:
Minimum Fungsi minimum digunakan untuk mencari nilai paling kecil dari suatu atribut
pada suatu tabel. Misal ingin dicari stok paling minimum dari tabeltabel_persediaan:
Maximum Fungsi maximum digunakan untuk mencari nilai paling besar/tinggi dari suatu
atribut pada suatu tabel:
Total Fungsi total digunakan untuk mendapatkan jumlah total dari suatu atribut pada
suatu tabel. Fungsi ini menggunakan SUM pada query nya. Misal ingin dihitung
banyaknya stok untuk buku terbitan Andi:
Count Fungsi count digunakan untuk mendapatkan banyaknya data dari suatu tabel.
Misal ingin didapatkan berapa jenis buku yang terbit pada tahun 2015:
Selasa, 16 Oktober 2018
Pengantar SQL dan Modifikasi Database
Membuka Database MySQL dengan Command Prompt
Ada banyak kemudahan yang ditawarkan oleh GUI tersebut. Akan tetapi, mahasiswa tidak akan mengetahui bagaimana suatu database dikelola sehingga akan kesulitan jika diharuskan untuk membuat aplikasi database. Berdasarkan permasalahan tersebut maka mahasiswa akan diajarkan mengelola database dengan menggunakan Command Prompt, dimana pada Command Prompt tersebut pengelolaan database hanya dapat dilakukan dengan menggunakan bahasa SQL. Bahasa SQL (Structured Query Language) merupakan bahasa standar untuk database relasional. Bahasa SQL dikembangkan pertama kali oleh IBM pada awal tahun 1970. Untuk membuka database MySQL dengan menggunakan Command Prompt (bagi pengguna Windows), ketikkan shortcut Windows + R untuk mengaktifkan jendela Run, seperti pada gambar berikut:
Jendela ini digunakan untuk menjalankan suatu aplikasi dengan cepat. Pada kotak yang disediakan ketik cmd lalku klik OK. Perintah ini digunakan untuk mengaktifkan Command Prompt seperti pada gambar berikut:
Agar dapat membuka database MySQL yang menggunakan XAMPP, maka terlebih dahulu kita harus ingat dimana kita menginstallnya. Selanjutnya kita cari file mysql.exe yang terdapat pada direktori lib. Pertama kita masuk ke direktori xampp, dengan mengetikkan perintah cd c:xampp\ (karena saya menginstall XAMPP di C):
Selanjutnya dengan mengetikkan perintah dir kita akan ditampilkan isi dari direktori xampp tersebut.
Perhatikan bahwa terdapat direktori mysql. Kita buka direktori tersebut dengan mengetikkan perintah cd mysql yang kemudian diikuti dengan mengetikkan perintah dir untuk menampilkan isi dari direktori tersebut.
Perhatikan bahwa terdapat file yang bernama mysql.exe. Buka file tersebut dengan mengetikkan perintah mysqldisertai -u root -p. Perintah -u root -p menjadikan kita sebagai user root dan masuk dengan mengetikkan password (default tidak memiliki password).
Perhatikan pada Error! Reference source not found. tersebut, ditampilkan ariaDB [(none)] menandakan bahwa database MySQL telah berhasil dibuka dan kita sudah masuk ke dalamnya. Untuk keluar dari database tersebut gunakan perintah exit.
Jika dari awal kita sudah mengetahui lokasi dari file mysql.exe, maka kita cukup menuliskan lokasi tersebut dalam cmd (jangan lupa disertai -u root -p).
Struktur Dasar dari Query SQL
Query SQL yang digunakan memiliki struktur seperti dibawah ini:
1 Show Databases Menampilkan list database
2 Show Tables Menampilkan list tabel dari suatu database
3 Use Database <DB Name> Masuk ke dalam database tertentu
4 Select <attributes> From <table name> Menampilkan data dari atribut-atribut pada suatu tabel
5 Desc <table name> Mendeskripsikan atau menampilkan struktur dari suatu tabel DDL Create Database <DB Name>Membuat database baru
6 Create Table <table name> (<attributes>) Membuat tabel baru beserta atribut-atributnya
7 Alter… Merubah struktur dari suatu tabel
8 Drop… Menghapus database, tabel, atribut dari tabel DML
9 Insert INTO <table name>(<attributes>) Values(<values>) Memasukkan data baru ke dalam suatu tabel
10 Update <table name> Set … Merubah data dari suatu tabel
11 Delete From <table name> Menghapus data dari suatu tabel
Operasi Dasar SQL
Perhatikan pada cmd, tertulis MariaDB[(none)]. None menandakan belum ada database dipilih. Untuk melihat list database, gunakan SHOW DATABASES;.
Pada Bab 1 sebelumnya, telah dibangun database dengan nama obat_kesehtanhewan. Untuk membuka database tersebut, gunakan query USE obat_kesehatanhewan;.
Perhatikan bahwa yang awalnya bertuliskan MariaDB[(none)] sekarang menjadi MariaDB[perpustakaan]. Tampilan ini menandakan bahwa database yang digunakan saat ini adalah perpustakaan. Pada Bab sebelumnya juga dibangun suatu tabel untuk database perpustakaan. Untuk menampilkan list tabel dari suatu database, gunakan query SHOW TABLES;.
Perhatikan bahwa ada satu tabel pada database perpustakaan, yaitu tabel lemari_obat. Untuk dapat menampilkan struktur tabel lemari oabt tersebut, gunakan queryDESC lemari_obat;.
Untuk dapat menampilkan data buku, gunakan query SELECT * FROM lemari_obat;. Tanda * menandakan bahwa yang ditampilkan adalah data untuk semua atribut.
Sedangkan untuk menampilkan data dari beberapa atribut saja, dapat dengan menyebutkan nama-nama atributnya. Contoh, jika kita ingin menampilkan atribut nma_obatdan jenis_obat, gunakan query SELECT nama_obat, jenis_obat FROM lemari_obat;.
SQL Data Definition
Data definition terdiri atas membangun, merubah struktur atau meniadakan database atau tabel.
Merubah struktur suatu tabel
Struktur dari suatu tabel dapat diubah dengan menggunakan perintah ALTER. Perubahan yang dapat dilakukan adalah penambahan suatu atribut, perubahan nama dan tipe suatu atribut, dan menghapus suatu atribut.
Merubah nama atribut dari suatu tabel
Gunakan ALTER TABLE namatabel CHANGE atr_awal atr_skrg datatype;.Misal pada tabel lemari_obat dilakukan perubahan nama atribut nama_obatmenjadi namaobat, maka query yang digunakan adalah: ALTER TABLE lemari_obat CHANGE nama_obat namaobat char(50);
Menghapus suatu atribut
Gunakan ALTER TABLE namatabel DROP namaatribut. Misal ingin dilakukan penghapusan atribut lemari_obat pada tabel obat. Query yang diberikan adalah:
Menambahkan suatu atribut
Misal dibutuhkan suatu penambahan atribut baru, dapat menggunakan struktur: ALTER TABLE namatable ADD atribut datatype; Misal ingin ditambahkan atribut stok pada tabel lemari_obattersebut. Query yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: ALTER TABLE lemari_obat ADD safetychar(20);
Menghapus primary key
Perhatikan pada tabel buku tersebut, atribut judul diset sebagai primary key. Sekarang kita akan menjadikan PK tidak lagi pada atribut judul dengan query ALTER TABLE buku DROP PRIMARY KEY;
Menghapus Tabel dan Database
Untuk menghapus suatu tabel, gunakan query DROP TABLE namatabel. Misal jika ingin menghapus tabel lemari_obat, gunakan query sebagai berikut: DROP TABLE lemari_obat; Untuk menghapus suatu database, gunakan query DROP DATABASE namadatabase. Misal jika ingin menghapus database obat_kesehatanhewandapat menuliskan query sebagai berikut: DROP DATABASE obat_kesehatanhewan;
Membangun Database dan Tabel
Membangun database
Berikut adalah list dari database yang dimiliki:
Misal diinginkan membangun database baru yang bernama obat_kesehatanhewan. Dapat menggunakan query berikut: CREATE DATABASE obat_kesehatan hewan;
Membangun tabel
Untuk membangun suatu tabel dengan Query yang digunakan adalah sebagai berikut:
Agar dapat membuka database MySQL yang menggunakan XAMPP, maka terlebih dahulu kita harus ingat dimana kita menginstallnya. Selanjutnya kita cari file mysql.exe yang terdapat pada direktori lib. Pertama kita masuk ke direktori xampp, dengan mengetikkan perintah cd c:xampp\ (karena saya menginstall XAMPP di C):
Selanjutnya dengan mengetikkan perintah dir kita akan ditampilkan isi dari direktori xampp tersebut.
Perhatikan bahwa terdapat direktori mysql. Kita buka direktori tersebut dengan mengetikkan perintah cd mysql yang kemudian diikuti dengan mengetikkan perintah dir untuk menampilkan isi dari direktori tersebut.
Perhatikan bahwa terdapat file yang bernama mysql.exe. Buka file tersebut dengan mengetikkan perintah mysqldisertai -u root -p. Perintah -u root -p menjadikan kita sebagai user root dan masuk dengan mengetikkan password (default tidak memiliki password).
Perhatikan pada Error! Reference source not found. tersebut, ditampilkan MariaDB [(none)] menandakan bahwa database MySQL telah berhasil dibuka dan kita sudah masuk ke dalamnya. Untuk keluar dari database tersebut gunakan perintah exit.
Jika dari awal kita sudah mengetahui lokasi dari file mysql.exe, maka kita cukup menuliskan lokasi tersebut dalam cmd (jangan lupa disertai -u root -p).
Struktur Dasar dari Query SQL
Query SQL yang digunakan memiliki struktur seperti dibawah ini:
1 Show Databases Menampilkan list database
2 Show Tables Menampilkan list tabel dari suatu database
3 Use Database <DB Name> Masuk ke dalam database tertentu
4 Select <attributes> From <table name> Menampilkan data dari atribut-atribut pada suatu tabel
5 Desc <table name> Mendeskripsikan atau menampilkan struktur dari suatu tabel DDL
5 Create Database <DB Name>Membuat database baru
6 Create Table <table name> (<attributes>) Membuat tabel baru beserta atribut-atributnya
7 Alter… Merubah struktur dari suatu tabel
8 Drop… Menghapus database, tabel, atribut dari tabel DML
9 Insert INTO <table name>(<attributes>) Values(<values>) Memasukkan data baru ke dalam suatu tabel
10 Update <table name> Set …Merubah data dari suatu tabel
11 Delete From <table name> Menghapus data dari suatu tabel
Operasi Dasar SQL
Perhatikan pada cmd, tertulis MariaDB[(none)]. None menandakan belum ada database dipilih. Untuk melihat list database, gunakan SHOW DATABASES;
Sebelumnya, telah dibangun database dengan nama obat_kesehtanhewan. Untuk membuka database tersebut, gunakan query USE obat_kesehatanhewan;
Perhatikan bahwa yang awalnya bertuliskan MariaDB[(none)] sekarang menjadi MariaDB[perpustakaan]. Tampilan ini menandakan bahwa database yang digunakan saat ini adalah perpustakaan. Pada Bab sebelumnya juga dibangun suatu tabel untuk database perpustakaan. Untuk menampilkan list tabel dari suatu database, gunakan query SHOW TABLES;.
Perhatikan bahwa ada satu tabel pada database perpustakaan, yaitu tabel lemari_obat. Untuk dapat menampilkan struktur tabel lemari oabt tersebut, gunakan queryDESC lemari_obat;.
Untuk dapat menampilkan data buku, gunakan query SELECT * FROM lemari_obat;. Tanda * menandakan bahwa yang ditampilkan adalah data untuk semua atribut.
Sedangkan untuk menampilkan data dari beberapa atribut saja, dapat dengan menyebutkan nama-nama atributnya. Contoh, jika kita ingin menampilkan atribut nma_obatdan jenis_obat, gunakan query SELECT nama_obat, jenis_obat FROM lemari_obat;.
Langganan:
Komentar (Atom)
View, Ordering, grouping & Dan having dan procedure & function
A. Pengertian View Tujuan dari pembuatan view adalah untuk kenyamanan (mempermudah penulisan query), untuk keamanan (...
-
1 Membuat Tabel Obat Perhatikan pada CREATE TABLE yang dilakukan untuk obat diberikan AUTO_INCREMENT. Dengan demikian pada saat penginput...
-
Lirik Lagu Geisha - Adil Bagimu tak Adil Bagiku Dulu kamu tujuan hidupku Kesalahanku tak pernah menjagamu Lalu dia datang dan mengambil ...
-
Haii Guyss pembahasan kali ini kita akan membahas tentang subneting dan aku sudah membuat pdfnya biar gampang buat kalian nyimpen, jadi lang...